Day 2 in Bangkok: Keliling Kuil dan Asiatique Riverfront

Di hari kedua ini, jadwal gue dan Monde adalah mengunjungi kuil-kuil yang harus dicapai dengan menyeberangi Sungai Chao Phraya. Keren loh Thailand, sungai pun dibikinin sarana transportasi yang layak untuk nyebrang. Dari stasiun BTS Sala Daeng, kami menuju stasiun BTS Saphan Taksin yang tersambung dengan Dermaga Sathorn. Jangan khawatir karena papan penunjuk arah selalu jelas. Oh iya, selama di Bangkok, kami selalu naik BTS (SkyTrain). Selain dekat hostel, rutenya juga banyak, nggak kayak MRT yang rutenya terbatas atau tuk-tuk dan taksi yang mahal. Naik tuk-tuk untuk berwisata? Nggak perlu, rasanya sama aja kayak naik bajaj kok.
Stasiunnya rapi!
Mesin Tiket BTS
Naik BTS itu gampang banget! Mesin tiketnya hanya menerima uang koin. Kalo lo nggak punya koin, no worries, karena lo bisa tukar uang di loket macam beli koin Timezone. Di peta sebelah mesin tiket, lihat stasiun tujuan lo, di situ tercantum harganya. Misalnya gue mau ke stasiun Saphan Taksin, harganya 15 Baht, gue tinggal tekan tombol "15" di mesinnya, lalu masukin koin, keluar deh tiketnya. Kalo jumlah koinnya lebih, ada kembaliannya kok! Masukin tiketnya ke gate, done, silakan naik BTS! Kalo lo bawa tas besar, biasanya akan diperiksa dulu sama security. Papan penunjuk arah di stasiun selalu jelas kok, lo mau naik kereta arah mana. Nggak usah khawatir, jadwal keretanya tepat waktu, nggak kayak Commuter Line di Jabodetabek yang selalu beralasan gangguan teknis. Meh! Eh iya, ngantrinya harus tertib, jangan berdiri pas depan pintu kayak di Indonesia! Persilakan orang keluar duluan, baru lo bisa naik. Fyi, selalu jalan di sebelah kanan. Baik itu naik tangga atau eskalator, selalu sebelah kanan, karena sebelah kiri untuk orang yang buru-buru. Plis jangan terbiasa menuhin tangga/eskalator dengan berdiri berduaan di kedua sisi!
 
Chao Phraya River
Tiba di dermaga, kami ikut antrian kapal "Orange Flag." Tiketnya bisa dibeli di loket seharga 14 Baht. Ada juga tourist boat, kalo nggak salah harganya 150 Baht, bisa dipake sepuasnya di hari itu. Ogah. Mahal. Tunggu arahan petugas untuk naik ke kapal, dan jangan lupa dahulukan para Biksu. Keren deh Sungai Chao Phraya ini, airnya cokelat, tapi bersih, nggak ada sampah! 
 
Grand Palace dari Luar
 

Kementerian Pertahanannya Keren!

Karena berencana ke Grand Palace, kami turun di Ta Chang Pier (N9). Ikutin aja arus manusia, mereka pasti mau ke Grand Palace juga. Sampe depan Grand Palace, gue dan Monde jiper. Gilak rame banget! Antriannya itu loh, panjang banget. Ini mau masuk Grand Palace apa mau nonton konser BLACKPINK?! Akhirnya kami membatalkan rencana masuk Grand Palace karena males duluan liat keramaian itu. Lumayan, nggak perlu ngeluarin 500 Baht untuk tiketnya. Eh iya, di sini banyak banget turis asal Tiongkok yang tur bergerombol dengan tour leader yang pegang tongkat tinggi dengan boneka di ujungnya. Baik di Singapura atau Thailand, entah kenapa turis asal Tiongkok selalu bergerombol, sambil teriak-teriak pake toa. Ganggu banget kalo mereka udah bergerombol like they own the place. Serius. Mereka suka buang sampah sembarangan. Nggak bisa ngantri pula! :( 
 
Wat Pho
Masih di Wat Pho
Batal masuk Grand Palace, gue dan Monde memutuskan jalan kaki aja ke Wat Pho yang jaraknya 1,5 kilometer. Setelah beli karcis seharga 100 Baht yang termasuk sebotol minuman dingin gratis, kami puas keliling kuil yang mengagumkan itu. Untuk masuk ke area Reclining Buddha yang tersohor itu, pengunjung harus buka alas kaki dan disediain kantong plastik untuk nenteng alas kaki. Btw, kalo ke kuil, harus pake baju yang sopan yah! Nggak boleh pake celana/rok pendek dan baju tanpa lengan. Kalo bajunya dianggap kurang sopan, lo bakal disuruh pake jubah yang warnanya menor. Selama di Bangkok, lo harus selalu pake sunblock! Wat Pho ini baru tujuan pertama, tapi tangan gue udah belang dong!


Wat Arun

Karena kepanasan, kami udah pengen banget balik ke hostel. Sampe di dermaga, ternyata untuk balik ke Sathorn Pier, dermaganya lagi renovasi, jadinya harus ke Wat Arun dulu dengan tiket seharga 3,5 Baht. Yaudah, sekalian aja kami berkunjung ke Wat Arun. Karena kepanasan dan kurang minum, kepala gue rasanya pusing banget, jadi gue nggak ikut Monde untuk naik ke Wat Arun. Perjalanan masih panjang, gue belum boleh sakit. Rules kalo traveling: Know your limit! Nggak usah maksa kalo nggak sanggup. Jangan sampe liburannya malah rusak karena sakit. 

Mendung :(
Setelah kembali ke Sathorn Pier, kami lanjut mau ke Asiatique Riverfront. Di dermaga ini ada shuttle boat untuk ke Asiatique, mulai beroperasi jam 16.00 sampai 23.00. Sampai sana masih terang, jadi Asiatique nggak terlihat sebagus foto-foto di Instagram. Kalo mau ke Asiatique, memang lebih baik malam sih. Nggak banyak yang kami lakukan di Asiatique ini. Tadinya sih mau makan, tapi ternyata di sini mahal-mahal! Sayang aja, harga makanannya bisa dua kali lipat harga normal. Contohnya Mango Sticky Rice yang seharga 50 Baht, di sini dijual seharga 100 Baht. No, thanks. Di Asiatique ini banyak butik dan handcraft yang unik dan nggak dijual di tempat lain, tapi berhubung mahal-mahal dan nggak berjiwa belanja, gue dan Monde nggak tergoda. 

Asiatique
Akhirnya kami kembali ke hostel, dan malam masih panjang...

-To Be Continued-*

*Bukan sinetron

(Read: Day 1 in Bangkok: Jakarta Versi Rapi)
 

1 comment:

  1. Uuh.. I miss Bangkok! Jalan kaki dari Grand Palace sampe ke dermaga untuk nyebrang ke Wat Arun. Trus jalan lagi ke Wat Po. Panas terik pun dihajar demi lihat itu semua!
    Saya bahkan 2X ke Asiatique saking sukanya dengan suasana tuh shopping center. Kalo makanan emang mahal di sana tapi souvenirnya murah-murah dan bagus.

    ReplyDelete

Theme images by latex. Powered by Blogger.