Day 3 in Bangkok: KBRI, Madame Tussauds, Siam

Hari ketiga gue dan Monde diawali dengan berkunjung ke KBRI di dekat Pratunam Market. Setiap temen di hostel tau gue mau ke KBRI, mereka selalu nanya "Did you lose your passport?!" omg nope. Bokap nyuruh gue ketemu temannya yang seorang Atase Pertahanan di KBRI. Saat masuk, gue bingung, harus berbahasa apa sama satpamnya. Ternyata pak satpam itu orang Thailand dan ngajak gue ngomong dengan Bahasa Indonesia yang patah-patah. Cool! Ternyata masuk ke KBRI nggak seketat yang gue bayangkan, dan gue jadi berasa lagi di Indonesia.
Gue sempat nervous untuk ketemu Pak Athan, takut terjadi moment awkward atau semacamnya, tapi beruntung gue punya Monde yang selalu mencerahkan suasana. Ntaps! Di sini kami dapat banyak ilmu, tentang alutsista Thailand yang sebagian besar siap pakai, nggak kayak Indonesia yang alutsistanya banyak yang rusak. Tentang sistem wajib militer di Thailand yang jadi alasan kenapa warga Thailand segitu tertib dan disiplinnya. Jadi setiap warga negara yang terlahir sebagai lelaki, meskipun nantinya dia jadi transgender, akan tetap dipanggil negara untuk ikut wamil selama dua tahun saat usianya 21 tahun. Kalo militer lagi kelebihan kuota, mereka akan menjalani pendidikan di kuil. Mahasiswa S1 di sana harus berseragam hitam-putih supaya nggak ada social gap. Gue juga baru tau kalo jenazah mendiang Raja baru akan dikremasi Oktober nanti! Selama masa berkabung, petugas pemerintahan harus pake baju hitam atau minimal pita hitam.

Nyasar
Patuh Yellow Box
Trotoar lebar dan nyaman
Dari KBRI, kami jalan kaki ke daerah Siam. Untungnya hari itu lagi mendung, jadi panasnya nggak begitu menyengat. Dengan trotoar besar dan bebas pedagang kaki lima, Bangkok ramah pejalan kaki banget! Daerah Siam ini cool abis, beberapa mall dihubungkan sama Skywalk dan terhubung dengan Stasiun BTS National Stadium. Wajarlah ya kenapa Thailand identik sama belanja.

 
Skywalk antar mall
Jadi, mau ke mall yang mana?
Tom Yum Lezat Membara
Berhubung gue dan Monde belum makan Tom Yum sejak menginjakkan kaki di Thailand, kami memutuskan beli seporsi besar tom yum yang bisa untuk sekelurahan. Parah enak dan membara! Tom yum itu selalu enak, tapi kalo dimakan di tempat asalnya, itu lebih istimewa! Kami makan di food court yang sistemnya kayak di eat and eat, beli kartu sebagai alat pembayaran. Setelah kenyang tumpe-tumpe, kami langsung ke Madame Tussauds yang terletak di lantai paling atas Siam Discovery. Tips buat yang mau ke Madame Tussauds, sebaiknya beli tiket online sebelum berangkat. Kami beli tiket seharga 230 ribu rupiah online, sedangkan kalo beli langsung di sana, harganya hampir 400 ribu rupiah! Beda jauh cyin!

Kyaaaa Nickhun oppa!
Mau nyeberang jalan sama mantan
Sebenarnya gue nggak begitu excited buat ke Madame Tussauds karena cuma bisa foto-foto. Buat gue yang nggak begitu suka difoto? Jiper. Begitu masuk ke Madame Tussauds yang diawali dengan patung lilin tokoh-tokoh kenegaraan, gue merinding ngeri, takut tiba-tiba dicolek sama patung Mahatma Gandhi :( Madame Tussauds menurut gue bukan tempat wajib untuk dikunjungi, tapi berhubung gue punya teman yang seru, suasana selalu menyenangkan! Kapan lagi gue bisa mempermalukan diri dengan main di wahana interaktif, atau sok bikin video jayus sama Anggun? Atau menggoda patung One Direction tanpa peduli diliatin orang? I was freeeee~
 
Ini paling seru!
 


Dari Madame Tussauds dengan kaki yang udah lumayan pegal, kami lanjut ke MBK Center. Jadi di Siam ini ada beberapa mall yang katanya murah, MBK salah satunya. Bukan MBK bedak ketek yang gopean itu ya. Siam Discovery? Definitely not. Gue dan Monde selalu sejiwa. Kami anaknya nggak suka belanja, jadi kami ke MBK demi beli oleh-oleh untuk emak aja. Nggak ngerti sih apa nikmatnya belanja di Bangkok, harga barangnya nggak jauh beda sama di ITC-ITC, tapi lo harus nenteng bawaan berat. Nope. Bawaan berat itu sungguh merusak liburan. Makanya gue nggak pernah minta oleh-oleh sama orang yang jalan-jalan, dan males banget kalo ada orang basa-basi "oleh-oleh ya!" Nggak bermaksud pelit, tapi hellllaaaawwww lo mau nentengin koper berat gueh? Why don't you just say encouraging words like "Have fun ya!" instead of "Oleh-oleh ya!" Kalo gue nggak ngerasa ribet, tanpa diminta, gue pasti bawain sesuatu kok. Kata Mamah Dedeh, minta dibawain oleh-oleh itu makruh loh! Eak. Lah salah fokus lagi. Malah raging. Yaudah balik lagi. Di MBK ini gue cuma beli pillow blanket yang lagi ngehits abis di Thailand buat adek, juga beberapa lembar kain Thailand buat dipake jadi kerudung emak. Setelah itu, kaki rasanya berteriak, nyut-nyutan. 
 
Lagi ngehits di Thailand. Boneka berisi selimut.
Dengan secuil sisa tenaga, kami duduk-duduk dulu di Skywalker untuk mengasihani kaki, kemudian balik ke hostel.

Malam indah terakhir di Bangkok semakin dekat...

2 comments:

  1. MBK itu surganya orang Indonesia shopping di Bangkok. Waktu saya ke sana banyak banget orang Indonesia dan Malaysia lagi belanja. Di situ banyak dijual manisan dan kripik aneka buah kak... Gak beli? Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak beli.. hehe beneneran gak ada belanja sama sekali, emang gak minat dan pelit ngeluarin uang buat belanja. hahaha

      Delete

Theme images by latex. Powered by Blogger.