My Fangirling Life: Dulu vs Sekarang

Kehidupan gue sebagai fangirl udah cukup lama, bahkan sebelum sebutan "fangirl" populer seperti sekarang. Berawal dari jadi fans  Westlife 17 tahun lalu (the fact that it's 17 years already is hitting me real hard!), hingga sekarang yang udah merambah pop-punk dan K-pop, rasanya gue udah mengalami banyak perubahan.

Minggu lalu gue ikutan nonton bareng film Dunkirk yang dibintangi Harry Styles sama ratusan penggemar One Direction lain, yang tentunya lebih muda dari gue. Gue merasakan sedikit gegar budaya. Gegar usia, lebih tepatnya. Mereka nyanyiin lagu 1D sama-sama, teriak-teriak histeris setiap Harry Styles muncul di layar, heboh beli pernak-pernik 1D. Gue juga nekat join group chat EXO-L, untuk memastikan apakah gue masih cocok jadi fangirl heboh. Hasilnya sama. Dalam hati, gue merasa awkward karena ternyata gue udah nggak bisa seheboh itu. 

"Di sini yang maknae (paling muda) siapa? Aku mah jangan ditanya, udah tua." Kata salah seorang member grup EXO-L, yang lahir tahun 1998. If you're old, then what am I? Ancient?! *cry in Korean* Tapi looking back, bertahun-tahun lalu, gue juga seperti mereka. I'm not getting old. I'm just more mature than before, okay?! Berikut hal-hal nggak berfaedah yang gue anggap penting zaman dahulu kala:

Soal Kehidupan Pribadi


Entah peraturan tak tertulis dari mana, rasanya dulu gue harus banget paham segala kehidupan pribadi idola-idola gue. Gue harus hafal tanggal lahir mereka, makanan kesukaan, hobi, bahkan nama seluruh keluarga mereka. Gue berasa harus terlibat banget dalam kehidupan mereka. Contohnya, dulu gue benci banget sama Kerry Katona karena dia hamil, Bryan McFadden jadi harus keluar dari Westlife dan nikah sama dia. Gue benci banget saat Mark Feehily mengaku sebagai gay. Gue bahkan pura-pura benci croissant karena Nicky Byrne nggak suka makan itu. Yang paling rajin, gue hafalin semua zodiak idola gue, trus baca ramalan zodiak di majalah. "Taurus lagi nggak bernasib baik minggu ini." Kata ramalan. Sepanjang minggu, gue akan mengkhawatirkan nasib Kian Egan. Sungguh nggak berfaedah!

Sekarang, dear idols, live your life whatever you want as long as you're happy, okay?
Ntaps!

Soal Hafal Lirik


Rasanya gue jadi fans yang gagal dan hina kalo nggak hafal lirik semua lagu mereka. Bisa dibilang, kalo Magrib itu waktunya gue ngafalin surat-surat pendek Al-Quran, kalo siang itu waktunya gue harus ngafalin lagu-lagu idola gue. Dulu sampe ngetren tuh buku berisi lirik lagu yang ditulis tangan, sampe cewek-cewek sekelas bergiliran pinjam itu buku untuk nyontek lirik buat dihafalin. Di zaman suka main di warnet, gue rajin banget ngeprint lirik artis-artis favorit gue dari internet, sampe penjaga warnetnya nanya "Mbak penyanyi ya?"

I WISH, MAS! I WISH! 

Lo nggak hafal lirik? Dasar fans karbitan! 

Sekarang mah, terserahlah. Lirik yang masuk ke otak, ya itu aja yang gue hafal, nggak peduli seberapa sukanya gue sama satu musisi.  Udah nggak ada kewajiban gue harus hafal lirik. Gue sering disebut "Sheyla McFly," tapi bukan berarti gue hafal semua lirik lagu McFly loh!

Soal Jeritan Histeris


Entah karena hormon abege atau ada zat khusus dalam otak fangirl, dulu seneng banget menjerit histeris. Video idola muncul di TV, histeris. Denger lagu idola di radio, histeris. Nonton konser, histeris kuadrat. Kalo ngonser, selalu teriakin nama member favorit dengan teriakan bermakna "Notice me senpai!" Gue bahkan jejeritan sampe nangis waktu pertama kali nonton konser Westlife. Makanya saat para fans 1D menjerit histeris saat Harry muncul di layar, I was like "I know, girls, I know."

Sekarang sih udah nggak ada keinginan menjerit histeris. Kalo ngonser tetap teriak, meskipun bukan menjerit histeris, malah teriakannya lebih ke teriakan yang juga nggak berfaedah atau kalo si idola ngajak teriak.

Artis: "Are you having fun?"
Me: "Yeaaaaaaahhhhh!!!"
Artis: "I'm so happy to be back to Jakarta!"
Me: "Yeaaaaaahhhhhhh!!!"
Artis: "Are you crazy?"
Me: "Yeaaaahhhhhhh!!!"
Pokoknya apapun yang dibilang si artis, jawabannya selalu "Yeaaaaahhhh!!!!"


Soal Pernak-Pernik


Selain kaset/CD/VCD, wajib banget punya pernak-pernik idola, entah itu asli maupun bajakan. Kebanyakan sih bajakan! HA! Kamar gue penuh sama poster idola. Buku catatan, mug, foto-foto idola, kaos bergambar wajah idola atau apapun itu, lengkap. Waktu kelas 5 SD, gue dan teman seper-Westlife-an gue, Jenita, ngejar-ngejar abang penjual mainan di jalan raya depan sekolah cuma karena pas abang itu lewat, sekilas kami lihat di gerobaknya ada kertas bergambar Westlife!

Sekarang sih selain rilisan fisik musiknya, gue maksimal cuma punya kaos berlogo band idola. Udah nggak pede pake kaos atau pernak-pernik bergambar wajah idola.

Soal Fanwar 


Oh boy, I used to be a warrior! Saat ada yang berkata buruk tentang idola gue meskipun sedikit, whoa! WHOA! I went wild! I was a beast! Emosinya sampe ubun-ubun. Harus mati-matian belain idola. Dulu gue benci banget sama film Catatan Akhir Sekolah karena ada adegan Westlife dibilang musik banci (atau semacamnya, don't really remember). Gue bahkan berantem sama salah seorang teman sekelas karena dia ngatain Westlife gay semua. Dear young me, WHY?! Gue mulai kalem saat masuk dunia pop-punk yang ternyata lebih ramah mental. Gue nggak pernah lihat ada fanwar di antara fans band rock.

Sekarang, gue bodo amatlah. Haters gonna hate. Beberapa kali, di instagram dan twitter sering ada fanwar antara SHAWOL (fans SHINee) dan EXO-L (fans EXO). I'm like, again, "I know, girls, I know."

Sekarang kehidupan fangirling gue lebih tenang, nggak meledak-ledak seperti zaman abege dulu. Well, tetap meledak-ledak kalo artis idola ngumumin bakal konser di Indonesia. Yang penting adalah karya mereka. Idola pacaran sama si ABCD? Idola bilang ini itu? Fanbase sebelah bilang idola gue payah? Gue fans karbitan? Gue fans palsu karena nggak punya pernak-pernik idola atau nggak hafal lirik? I don't freaking care. Selama karya idola gue enak dinikmati, I'll stick around and call myself a fan. 

Jadi buat kalian yang merasa masih histeris saat fangirling, no problem! Do it as long as you're happy dan nggak mengganggu orang lain.

I know, buddy, I know.

No comments:

Theme images by latex. Powered by Blogger.